Selamat datang kembali di TanyaBola, tempat di mana angka berbicara lebih keras daripada teriakan di tribun. Saya Satria Wibowo, Head of Data Science & Statistics di sini, dan kali ini kita akan menguliti laga krusial antara Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta. Lebih dari sekadar tiga poin, laga ini adalah pertaruhan harga diri bagi tuan rumah yang sedang terpuruk.
Persik Kediri datang ke pertandingan ini dengan beban berat. Lima laga tanpa kemenangan adalah resep bencana di sepak bola modern. Sementara itu, PSIM Yogyakarta, meskipun performanya fluktuatif, memiliki modal kepercayaan diri yang lebih baik. Apakah Macan Putih mampu memanfaatkan momentum kandang, atau justru Laskar Mataram yang akan mencuri poin penuh? Mari kita bedah datanya.
Analisis Performa Persik Kediri
Mari jujur, form Persik Kediri [K-S-K-K-K] adalah mimpi buruk bagi setiap pelatih. Kekalahan demi kekalahan jelas menggerogoti mental pemain. Lebih dari itu, data statistik juga memperlihatkan adanya masalah serius di lini belakang. Kebobolan rata-rata 2.2 gol per pertandingan adalah alarm bahaya yang berbunyi sangat keras. Fakta bahwa mereka belum mencatatkan clean sheet (CS 0%) menunjukkan kerapuhan yang perlu segera diatasi.
Meski demikian, ada sedikit secercah harapan. Rata-rata gol yang dicetak Persik Kediri masih berada di angka 1.0 per laga. Ini menunjukkan bahwa lini depan mereka masih mampu memberikan perlawanan, meskipun seringkali tidak cukup untuk mengamankan poin. Mereka harus bisa memanfaatkan momentum di kandang sendiri untuk mengembalikan kepercayaan diri dan performa terbaik mereka.
Analisis Performa PSIM Yogyakarta
PSIM Yogyakarta datang dengan catatan yang lebih baik [M-M-K-K-S]. Dua kemenangan dalam lima laga terakhir memberikan sedikit ruang bernapas. Namun, performa mereka masih belum konsisten. Kekuatan utama mereka terletak pada pertahanan yang solid, dengan clean sheet dalam 60% pertandingan terakhir. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk meredam serangan lawan.
Namun, di sisi lain, produktivitas gol mereka juga masih menjadi masalah. Rata-rata 1.0 gol per pertandingan menunjukkan bahwa mereka kesulitan untuk menciptakan peluang dan mencetak gol. Kelemahan ini bisa menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh Persik Kediri jika mampu tampil lebih klinis di depan gawang.
Fakta Menarik & Statistik
- Persik Kediri kebobolan rata-rata 2.2 gol per pertandingan dalam 5 laga terakhir.
- PSIM Yogyakarta mencatatkan clean sheet dalam 60% pertandingan terakhir.
- 80% pertandingan Persik Kediri dalam 5 laga terakhir menghasilkan banyak gol (over 2.5 gol).
- Kedua tim memiliki rata-rata gol yang sama, yaitu 1.0 gol per pertandingan.
- Hanya 1 pertemuan antara kedua tim, di mana Persik Kediri menang (meskipun kalah di pertemuan terakhir).
Catatan Head to Head
Pertemuan kedua tim memang masih sangat minim, hanya satu kali. Persik Kediri memang pernah menang, namun kekalahan di pertemuan terakhir (PSIM Yogyakarta 2-1 Persik Kediri) tentu masih membekas. Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa PSIM Yogyakarta mampu memberikan perlawanan yang sengit, bahkan di kandang sendiri. Data ini mengindikasikan bahwa laga besok akan berlangsung ketat dan penuh drama.
Prediksi Skor Persik Kediri vs PSIM Yogyakarta
Berdasarkan analisis data dan performa terkini kedua tim, saya memprediksi pertandingan ini akan berjalan sangat ketat. Persik Kediri akan berusaha keras untuk mengakhiri tren negatif mereka, sementara PSIM Yogyakarta akan berupaya mencuri poin di kandang lawan.
Prediksi Skor: Persik Kediri 1 - 1 PSIM Yogyakarta
Saya memperkirakan pertandingan ini akan menghasilkan sedikit gol, mengingat solidnya pertahanan PSIM Yogyakarta dan kesulitan Persik Kediri dalam mencetak gol. Kemungkinan kedua tim mencetak gol juga cukup besar, mengingat keduanya memiliki potensi untuk memberikan ancaman di lini depan.
Catatan: Prediksi ini merupakan analisis statistik berdasarkan data performa terkini. Hasil pertandingan sesungguhnya dapat berbeda.
Jadwal Pertandingan
Jangan lewatkan pertandingan seru ini! Persik Kediri akan menjamu PSIM Yogyakarta pada hari Jumat, 13 Februari 2026 di Markas Persik Kediri.







